BLOGGER TEMPLATES AND MySpace 1.0 Layouts »

Kamis, 27 Januari 2011

Kejuaraan Bulutangkis Dunia Junior 2011


Pebulutangkis Indonesia di tunggal putra dan putri masih harus melalui babak kualifikasi untuk tampil di babak utama Kejuaraan Bulutangkis Dunia Junior. Kejuaraan pada nomor perorangan yang memperebutkan Piala Bimantara berlangsung di Guadalajara, Meksiko.

Pebulutangkis putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito yang harus memainkan dua kali pertandingan kualifikasi harus terhenti langkahnya pada pertandingan kedua saat berhadapan dengan pebulutangkis Hongkong Lee Chun Hei. Shesar harus mengakui keunggulan Chun Hei lewat pertarungan tiga set 7-21, 26-24, 18-21. Sebelumnya di pertandingan pertama Shesar berhasil menggusur pebulutangkis Malaysia Mohd Azryn Ayub dua set langsung 21-11, 21-19.

Tunggal putra Indonesia lainnya yang harus melalui babak kualifikasi Riyanto Subagja menuai kemenangan atas pebulutangkis Singapura Tan Kia Hwee 21-11, 21-12. Riyanto Subagja hanya main satu kali babak kualifikasi dan melaju ke babak utama dan akan berhadapan kembali dengan tunggal putra Singapura Huang Chao.

Dua tunggal putri Indonesia Novalia Agustianti dan Milicent Wiranto masih harus melalui pertandingan babak kualifikasi. Novalia Agustianti akan menghadapi Saili Rane dari India, sementara setelah menaklukkan Milicent Wiranto akan menghadapi Tracy Wong dari Canada, sebelumnya di pertandingan pertama babak kualifikasi Milicent berhasil menaklukkan Helena Lewczynska 14-21, 21-14, 21-19.

Novalia Agustianti yang main di ganda campuran berpasangan dengan Wahyu Nararaka P. berhasil meraih kemenangan atas ganda campuran Korea Selatan Park Dae Woong/ Kim Chan Mi. Pasangan Wahyu Nararaka P./Novalia Agustianti hanya butuh dua set untuk menyingkirkan Park Dae Woong Kim Chan Mi 21-15, 21-17.

Saat berita ini diturunkan Milicent baru menyelesaikan pertandingannya menghadapi Tracy Wong. Set pertama Milicent unggul 21-9. Set kedua Milicent berhasil meraih kemenangan dengan skor 21-19 dan melaju ke babak utama.

HIBURAN KONSER MUSIK INDIE DI BANDUNG


Sepuluh band jebolan LA Lights Indiefest 2007 telah mencapai apa yang mereka kejar selama setahun terakhir ini, masuk ke album kompilasi LA Lights Indiefest. Semua telah menjalani proses rekaman bersama FastForward Records dan kini album kompilasi sudah siap masuk toko.

Ini terbukti dengan launching album kompilasi mereka (LA Lights Indiefest Volume 2. ) dengan konsep It’s a live music revolutions Konser musik indie yang bertajuk LA Lights JamRevolution digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (16/3), dan berlangsung semarak.

Sekitar 500 anak muda Kota Kembang terbius oleh alunan musik indie, beraliran pop, wonder pop, darkly sophisticated, rock alternatif, twee pop, hingga melodic core, yang dibawakan dengan apik oleh sejumlah band indie.

Konser musik indie yang diikuti 10 band finalis LA Lights 2007, dan 5 band bintang tamu untuk menyemarakkan acara ini, sengaja mengemas musik indie dengan beragam corak dan warna sehingga lebih terkesan inovatif.

Acara ini, dibuka dengan penampilan Gooddnight Electric. Lalu dilanjutkan dengan antraksi panggung yang enak ditonton yang ditampilkan band Wind Cries Mary dengan lagu andalannya berjudul You’ve Got To Move On.

Aksi yang tidak kalah menarik juga juga diperagakan oleh band peserta LA Lights Indiefest 2007 Scared of Bums, yang kini menjadi salah band indie yang digemari di Kota Bandung dengan Alone At Last.

Para penonton semakin terkesima, ketika band Mocca tampil dengan gaya aktraktif. Mocca tidak hanya membawakan lagu-lagu wonder pop, berjudul Objec my affection, juga menambah variasi panggungnya dengan berbagai gerakan, di antaranya tarian sepatu khas Negara Kincir Angin. Lalu di lanjutkan dengan aksi panggung band Koil, yang membawakan lagu berjudul Nyanyian Lagu Perang.

Konser diakhiri dengan penampilan kolaborasi lima band yang tampil bareng dalam satu waktu dalam satu titik “JAMREVOLUTION” yang merupakan konsep dari event indie ini,
yaitu Goodnight Electric, Mocca, Pure Saturday, Alone At Last, dan Koil. Mereka membawakan lagu berjudul Kosong.

Eriez M. Rizal edit by aah

HIBURAN FILM KUNG FU PANDA


Official (HD) .Sekuel Kungfu Panda ini dipastikan akan menarik banyak penonton untuk menyaksikannya di bioskop. Po (suaranya diisi oleh Jack Black) Sang pendekar Panda menghadapi Lord Shen (Gary Oldman) yang memiliki sebuah senjata rahasia yang sangat berbahaya. Lord Shen terobsesi untuk menguasai seluruh negeri dan berencana menghancurkan ilmu bela diri Kung Fu. Po mendapat bantuan dari The SoothSayer (Michelle Yeoh), Master Skunkman (James Woods), Master Croc (Jean-Claude Van Damme), dan Master Thundering Rhino oleh (Victor Garber) . Aksi-aksi seru dan lucu PO bersama kawan-kawannya menggagalkan rencana jahat Lord Shen itu ditampilkan secara ciamik dalam film ini.

MEDALI EMAS FUTSAL PUTRI MILIK JEPANG


Spiritfutsal-Phu Tho Gymnasium,Vietnam 11 November 2009

Iran gagal mengawinkan dua medali cabang olahraga futsal di Asian Indoor Games, Vietnam. Tim putri futsal Iran harus puas di urutan keempat, setelah takluk 1-2 di semifinal dari Jordania dan gagal meraih medali perunggu yang direbut oleh Thailand. Di cabang futsal putri tim Jepang menang telak atas Jordania lima gol tanpa balas.

Final futsal putri berjalan berat sebelah, tim Jepang lebih dulu membobol gawang Jordania melalui Shiori Nakajima di menit ke-5 dan 7. Bahkan sampai babak pertama usai Jepang sudah memimpin 3-0 lewat tambahan gol dari Mai Nagashima. Permainan Jordania bagaikan antiklimaks setelah di semifinal tampil gemilang mengalahkan Iran 1-2.

Kepastian Jepang merebut kembali medali emas futsal di ajang Asian Indoor Games ditentukan oleh dua gol tambahan dari Yui Takahashi. Kemenangan di partai final disambut gembira kontingen Jepang, ini merupakan kali kedua tim Jepang meraih emas di AIG. Dua tahun lalu mereka juga meraih medali emas di Macau. Sedangkan perunggu berhasil direbut tim Thailand setelah menyudahi perlawan tim putri Iran dengan skor tipis 5-4.


Hasil dan Klasemen Pertandingan


Group A

28/10/2009
14:00 Thailand - Vietnam 6-1
16:00 Malaysia - Jordan 2-5

30/10/2009
14:00 Jordan - Thailand 2-3
16:00 Vietnam - Malaysia 3-0

01/11/2009
14:00 Vietnam - Jordan 2-3
16:00 Thailand - Malaysia 9-0


1. Thailand ------------------------3-3-0-0-18--3-9
2. Jordan --------------------------3-2-0-1-10--7-6
3. Vietnam -------------------------3-1-0-2--6--9-3
4. Malaysia ------------------------3-0-0-3--2-17-0

Group B

29/10/2009
14:00 Japan - Uzbekistan 5-3

31/10/2009
16:00 Uzbekistan - Iran 1-6

02/11/2009
16:00 Japan - Iran 2-3

1. Iran ----------------------------2-2-0-0--9--3-6
2. Japan ---------------------------2-1-0-1--7--6-3
3. Uzbekistan ----------------------2-0-0-2--4-11-0


Semifinals

04/11/2009
13:30 Thailand - Japan 2-5
16:00 Iran - Jordan 1-2


Finals

06/11/2009

3rd/4th
13:30 Thailand - Iran 5-4

1st/2nd Place Match
16:00 Japan - Jordan 5-0

Rabu, 26 Januari 2011

Pendidikan Sekarang Dan Masa Depan

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat.Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan". Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi, demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya perpecahan.

Mempertimbangkan pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Hati seorang anak bagaikan sebuah plat fotografik yang tidak bergambar apa-apa, siap merefleksikan semua yang ditampakkan padanya.

Empat pilar pendidikan sekarang dan masa depan yang dicanangkan oleh UNESCO yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan formal, yaitu: (1) learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) dalam hal ini kita dituntut untuk terampil dalam melakukan sesuatu, (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama).

Dalam rangka merealisasikan 'learning to know', Guru seyogyanya berfungsi sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan sebagai teman sejawat dalam berdialog dengan siswa dalam mengembangkan penguasaan pengetahuan maupun ilmu tertentu.

Learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) akan bisa berjalan jika sekolah memfasilitasi siswa untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimilikinya, serta bakat dan minatnya. Walaupun bakat dan minat anak banyak dipengaruhi unsur keturunan namun tumbuh berkembangnya bakat dan minat tergantung pada lingkungannya. Keterampilan dapat digunakan untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan dalam mendukung keberhasilan kehidupan seseorang.

Pendidikan yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau kebutuhan dari daerah tempat dilangsungkan pendidikan. Unsur muatan lokal yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan daerah setempat.

learning to be (belajar untuk menjadi seseorang) erat hubungannya dengan bakat dan minat, perkembangan fisik dan kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Bagi anak yang agresif, proses pengembangan diri akan berjalan bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Sebaliknya bagi anak yang pasif, peran guru dan guru sebagai pengarah sekaligus fasilitator sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri siswa secara maksimal.

Kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima (take and give), perlu ditumbuhkembangkan. Kondisi seperti ini memungkinkan terjadinya proses "learning to live together" (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). Penerapan pilar keempat ini dirasakan makin penting dalam era globalisasi/era persaingan global. Perlu pemupukkan sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama agar tidak menimbulkan berbagai pertentangan yang bersumber pada hal-hal tersebut.

Dengan demikian, tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian diharapkan dapat mendudukkan diri secara bermartabat di masyarakat dunia di era globalisasi ini.

Mengenai kecenderungan merosotnya pencapaian hasil pendidikan selama ini, langkah antisipatif yang perlu ditempuh adalah mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, serta perbaikan manajemen di setiap jenjang, jalur, dan jenis pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah, khususnya di kabupaten/kota, seyogyanya dikaji lebih dulu kondisi obyektif dari unsur-unsur yang terkait pada mutu pendidikan, yaitu: (1) Bagaimana kondisi gurunya? (persebaran, kualifikasi, kompetensi penguasaan materi, kompetensi pembelajaran, kompetensi sosial-personal, tingkat kesejahteraan); (2) Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan oleh guru dan pejabat pendidikan daerah?; (3) Bagaimana bahan belajar yang dipakai oleh siswa dan guru? (proporsi buku dengan siswa, kualitas buku pelajaran); (4) Apa saja yang dirujuk sebagai sumber belajar oleh guru dan siswa?; (5) Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada?; (6) Adakah sarana pendukung belajar lainnya? (jaringan sekolah dan masyarakat, jaringan antarsekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi); (7) Bagaimana kondisi iklim belajar yang ada saat ini?.

Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian pembenahan terhadap segala persoalan yang dihadapi. Pembenahan itu dapat berupa pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas dan membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri. Perlu diidentifikasi unsur-unsur yang ada di daerah yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan, selain pemerintah daerah, misalnya kelompok pakar, paguyuban mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat daerah, perguruan tinggi, organisasi massa, organisasi politik, pusat penerbitan, studio radio/TV daerah, media masa/cetak daerah, situs internet, dan sanggar belajar.

Penulis: M. Sobry Sutikno (Mahasiswa S.3 UNJ / Direktur Eksekutif YNTP Research and Development NTB)

TOLONG DIKOMENTAR YA???
TERIMAKASIH
E-mail Pengirim: sobry@sobrysutikno.com

MERANCANG PENDIDIKAN MORAL & BUDI PEKERTI



Manusia Indonesia menempati posisi sentral dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga diperlukan adanya pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara optimal. Pengembangan SDM dapat dilakukan melalui pendidikan mulai dari dalam keluarga, hingga lingkungan sekolah dan masyarakat.

Salah satu SDM yang dimaksud bisa berupa generasi muda (young generation) sebagai estafet pembaharu merupakan kader pembangunan yang sifatnya masih potensial, perlu dibina dan dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan melalui lembaga pendidikan sekolah. Beberapa fungsi pentingnya pendidikan sekolah antara lain untuk : 1) perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian, 2) transmisi cultural, 3) integrasi social, 4) inovasi, dan 5) pra seleksi dan pra alokasi tenaga kerja ( Bachtiar Rifai). Dalam hal ini jelas bahwa tugas pendidikan sekolah adalah untuk mengembangkan segi-segi kognitif, afektif dan psikomotorik yang dapat dikembangkan melalui pendidikan moral. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan sekolah di atas, maka setidaknya terdapat 3 alasan penting yang melandasi pelaksanaan pendidikan moral di sekolah, antara lain : 1). Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia yang meliputi pikiran yang kuat, hati dan kemauan yang berkualitas, seperti : memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan, dan dorongan moral yang kuat untuk bisa bekerja dengan rasa cinta sebagai ciri kematangan hidup manusia. 2). Sekolah merupakan tempat yang lebih baik dan lebih kondusif untuk melaksanakan proses belajar mengajar. 3).Pendidikan moral sangat esensial untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan membangun masyarakat yang bermoral (Lickona, 1996 , P.1993).

Pelaksanaan pendidikan moral ini sangat penting, karena hampir seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia, kini sedang mengalami patologi social yang amat kronis. Bahkan sebagian besar pelajar dan masyarakat kita tercerabut dari peradaban eastenisasi (ketimuran) yang beradab, santun dan beragama. Akan tetapi hal ini kiranya tidak terlalu aneh dalam masyarakat dan lapisan social di Indonesia yang hedonis dan menelan peradaban barat tanpa seleksi yang matang. Di samping itu system [pendidikan Indonesia lebih berorientasi pada pengisian kognisi yang eqivalen dengan peningkatan IQ (intelengence Quetiont) yang walaupun juga di dalamnya terintegrasi pendidikan EQ (Emotional Quetiont). Sedangkan warisan terbaik bangsa kita adalah tradisi spritualitas yang tinggi kemudian tergadai dan lebih banyak digemari oleh orang lain di luar negeri kita, yaitu SQ (Spiritual Quetiont). Oleh sebab itu, perlu kiranya dalam pengembangan pendidikan moral ini eksistensi SQ harus terintegrasi dalam target peningkatan IQ dan EQ siswa.

Akibat dari hanyutnya SQ pada pribadi masyarakat dan siswa pada umumnya menimbulkan efek-efek social yang buruk. Bermacam-macam masalah sosial dan masalah-masalahh moral yang timbul di Indonesia seperti : 1). meningkatnya pembrontakan remaja atau dekadensi etika/sopan santun pelajar, 2). meningkatnya kertidakjujuran, seperti suka bolos, nyontek, tawuran dari sekolah dan suka mencuri, 3). berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru, dan terhadap figur-figur yang berwenang, 4). meningkatnya kelompok teman sebaya yang bersifat kejam dan bengis, 5) munculnya kejahatan yang memiliki sikap fanatik dan penuh kebencian, 6). berbahsa tidak sopan, 7). merosotnya etika kerja, 8). meningkatnya sifat-sifat mementingkan diri sendiri dan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara, 9). timbulnya gelombang perilaku yang merusak diri sendiri seperti perilaku seksual premature, penyalahgunaan mirasantika/narkoba dan perilaku bunuh diri, 10). timbulnya ketidaktahuan sopan santun termasuk mengabaikan pengetahuan moral sebagai dasar hidup, seperti adanya kecenderungan untuk memeras tidak menghormati peraturan-peraturan, dan perilaku yang membahayakan terhadap diri sendiri atau orang lain, tanpa berpikir bahwa hal itu salah (Koyan, 2000, P.74).

Untuk merespon gejala kemerosotan moral tersebut, maka peningkatan dan intensitas pelaksanan pendidikan moral di sekolah merupakan tugas yang sangat penting dan sangat mendesak bagi kita, dan perlu dilaksanakan secara komprehensif dan dengan menggunakan strategi serta model pendekatan secara terpadu, yaitu dengan melibatkan semua unsur yang terkait dalam proses pembelajaran atau pendidikan seperti : guru-guru, kepala sekolah orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. Tujuan pendidikan moral tidak semata-mata untuk menyiapkan peserta didik untuk menelan mentah konsep-konsep pendidikan moral, tetapi yang lebih penting adalah terbentuknya karakter yang baik, yaitu pribadi yang memiliki pengetahuan moral, peranan perasaan moral dan tindakan atau perilaku moral (Lickona, 1992. P. 53 )

Pada sisi lain, dewasa ini pelaksanan pendidikan moral di sekolah diberikan melalui pembelajaran pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan agama akan tetapi masih tampak kurang pada keterpaduan dalam model dan strategi pembelajarannya Di samping penyajian materi pendidikan moral di sekolah, tampaknya lebih berorientasi pada penguasaan materi yang tercantum dalam kurikulum atau buku teks, dan kurang mengaitkan dengan isu-isu moral esensial yang sedang terjadi dalam masyarakat, sehingga peserta didik kurang mampu memecahkan masalah-masalah moral yang terjadi dalam masyarakat Bagi para siswa,adalah lebih banyak untuk menghadapi ulangan atau ujian, dan terlepas dari isu-isu moral esensial kehidupan mereka sehari-hari. Materi pelajaran PPKn dirasakah sebagai beban, dihafalkan dan dipahami, tidak menghayati atau dirasakan secara tidak diamalkan dalam perilaku kehidupan hari-hari.

Dalam upaya untuk meningkatkan kematangan moral dan pembentukann karakter siswa. Secara optimal ,maka penyajian materi pendidikan moral kepada para siswa hendaknya dilaksanakan secara terpadu kepada semua pelajaran dan dengan mengunakan strategi dan model pembelajaran seccara terpadu, yaitu dengan melibatkan semua guru, kepala sekolah ,orang tua murid, tokoh-tokoh masyarakat sekitar. Dengan demikian timbul pertanyaan,bahan kajian apa sajakah yang diperlukan untuk merancang model pembelajaran pendidikan moral dengan mengunakan pendekatan terpadu ?

Untuk mengembangkan strategi dan model pembelajaran pendidikan moral dengan menggunakan pendekatan terpadu ,diperlukan adanya analisis kebutuhan (needs assessment) siswa dalam belajar pendidikan moral. Dalam kaitan ini diperlukan adanya serangkaian kegiatan, antara lain : (1) mengidentifikasikan isu-isu sentral yang bermuatan moral dalam masyarakat untuk dijadikan bahan kajian dalam proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode klarifikasi nilai (2) mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran pendidikan moral agar tercapai kematangan moral yang komprehensif yaitu kematangan dalam pengetahuan moral perasaan moral,dan tindakan moral, (3) mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah dan kendala-kendala instruksional yang dihadapi oleh para guru di sekolah dan para orang tua murid di tua murid dirumah dalam usaha membina perkembangan moral siswa,serta berupaya memformulasikan alternatif pemecahannya, (4) mengidentifikasi dan mengklarifikasi nilai-nilai moral yang inti dan universal yang dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam proses pendidikan moral, (5) mengidentifikasi sumber-sumber lain yang relevan dengan kebutuhan belajar pendidikan moral.

Dengan memperhatikan kegiatan yang perlu dilakukan dalam proses aplikasi pendidikan moral tersebut, kaitannya dengan kurikulum yang senantiasa berubah sesuai dengan akselerasi politik dalam negeri, maka sebaiknya pendidikan moral juga dilakukan penngkajian ulang untuk mengikuti competetion velocities dalam persaingan global. Bagaimanapun negeri ini memerlukan generasi yang cerdas, bijak dan bermoral sehingga bisa menyeimbangkan pembangunan dalam keselarasan keimanan dan kemajuan jaman. Pertanyaannya adalah siapkah lingkungan sekolah (formal-informal), masyarakat dan keluarga untuk membangun komitmen bersama mendukung keinginan tersebut ? Karena nasib bangsa Indonesia ini terletak dan tergantung pada moralitas generasi mudanya.

Penulis :
Lewa Karma
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia IKIP N Singaraja
Sekretaris Umum LPICS (Lembaga Pendidikan Insan Cita Singaraja)
Alamat : Jalan Kartini 32 Singaraja-Bali(081805563218)


CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Selasa, 18 Januari 2011

Khasiat Tanaman Herbal Gingseng Yang Melegenda









Diskripsi tanaman :
Tanaman herbal ginseng ini merupakaan tanaman yang banyak memberikan
manfaat bagi kesehatan, utamanya untuk Vitalitas.
Tanaman ini merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan cina.
Bagian yang digunakan sebagai pengobatan adalah akarnya.
Ginseng berhabitat asli didaerah yang bermusim 4.

Bagian akar tanaman ini selalu berada didalam tanah,
karena setiap tahun ia akan menyusut,
setelah musin dingin maka semua kegiatan tubuh tanaman ini akan berhenti.
Penyusutan yang berakibat menurunkan batang ini tanaman itu akan
dinormalkan kembali oleh akar keatas yang lajunya
kira-kira sama dengan penyusutan setiap musim dingin itu.
Tanaman ginseng ini dapat tumbuh baik didaerah pada ketinggian 0,1 – 0,5 m.

Ciri-ciri tanaman herbal ginseng :
  • Akar : akar tanaman ginseng ini menggembung yang berbentuk
  • seperti boneka, yang berisi cadangan makanan dan zat-zat berkhasiat lain.
  • Bentuk akar ini kurus dan memanjang.Bila dirasakan pertama adalah rasa manis, namun setelah itu akan berasa pahit.
  • Batang : Bentuk batangnya bulat dan warnanya hijau ungu.
  • Daun : Tanamn ini termasuk tanaman yang berdaun tunggal dan berbentuk oval, bagian tepi daun bergerigi dan bertulang daun menyirip. Jumlah daunnya ada 5 namun 3 diantaranya lebih panjang dari yang lain, berwarna hijau tua.
  • Buah : Buah tanaman herbal ginseng ini berwarna merah dan bentuknya kecil seperti murbei.
Kandungan zat berkhasiat pada tanaman herbal ginseng :
  • Saponin : yang berfungsi untuk memulihakan stamina, dan juga meningkatkan stamina. Dengan cara kerja saponin mempengaruhi kelenjar hipofisia agar memerintahkan cortex utntuk mengeluarkan hormon cortisol dan aldosteron yang mengatur keseimbangan kadar gula dan garam dalam darah.
  • Vaporising oil.
  • Asam organik dan ester.
  • Sterols.
  • Berbagai macam vitamin. Antara lain : B1, B2, B12, C.
  • Berbagai macam mineral.
  • Berbagai macam enzim.
  • Kamfer dan pansenoside.
  • Geomisin N dan geomisin A
  • Gula.
Resep pemanfaat tanaman herbal ginseng sebagai obat herbal :
  1. Meningkatkan gairah sex pria. Ambil 10 gram ginseng cina atau korea,
  2. taruh dalam sebuah wadah, beri dengan sedikit air. Tim ramuan selama 30 – 60 menit. Minum sekaligus sebelum makan. Bisa juga ginseng tersebut langsung dikulum, tapi dosisnya cukup setengahnya.
  3. Menangkal stres : Sejumput ginseng cina atau korea, sejumput daun sage dan 2 buah bunga cengkih ditambah dengan segelas air panas. tutu dan biarkan selama 15 menit.Aduk dan mium ramuan ini sekaligus selagi hangat, 1 kali sehari.
  4. Prostat: 1-2 gram ginseng cina atau korea diiris halus atau ditumbuk lalu diseduh dengan 1 gelas air panas, Diamkan selama 15 menit, lalu minum sekaligus. Atau akar ginseng ini dihisap langsung.
Hal yang perlu diperhatikan :

Ginseng jangan diminum oleh penderita tekanan darah tinggi dan remaja dibawah 19 tahun.
Wanita dianjurkan tidak sering-sering minum ginseng.